
Putri Ayudya, Kisah di Gunung
Aktris Putri Ayudya menceritakan pengalaman tak terlupakan saat mendaki Gunung Pesagi di Lampung Barat. Meski ketinggiannya sekitar 2.200 meter, ia mengaku pendakian itu termasuk terberat yang pernah dijalani. Bersama tim, Putri menghadapi hujan deras, harus berputar di jalur yang sama, mencuci muka di mata air, dan bermalam bersama petapa di puncak. Mereka juga mendapat bimbingan dari kuncen gunung dan putranya. Pengalaman unik itu meninggalkan kesan mendalam baginya. Saat turun, pemandangan hamparan kebun kopi yang luas membuat Putri terpesona. Ia percaya setiap tempat memiliki jiwa sendiri, dan manusia hanya numpang lewat di alam.
*****
Aktris Putri Ayudya punya pengalaman tak terlupakan saat berada di Lampung. Dia menemukan pemandangan lain di daerah Lampung Barat yang tidak pernah ditemui.
”Saya percaya bahwa semua tempat ada jiwanya tersendiri. Manusia pada dasarnya hanya numpang lewat. Terutama jika terkait dengan alam yang hadir lebih dulu daripada kita,” ungkap Putri, Kamis (9/4/2020).
Ketika itu, Putri masih menjadi presenter acara televisi Jejak Petualang. Dia bersama tim mencoba mendaki puncak Gunung Pesagi di Lampung Barat. ”Sebenarnya malah bisa disebut bukit karena ketinggiannya hanya sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut. Namun, itu menjadi salah satu pengalaman mendaki terberat yang pernah saya jalani,” tuturnya.
Mereka sudah minta izin kepada kuncen gunung, bahkan ditemani putra sang kuncen, tetapi tetap menemukan hal-hal unik. Ia sempat berputar-putar di tempat yang sama berulang kali, hampir menyerah karena disiram hujan deras di tanjakan ”lutut”, cuci muka di mata air spesial, hingga terjebak tidak bisa turun gunung dan harus bermalam dalam suatu tenda bersama petapa yang tinggal di puncak gunung itu.
Di luar pengalaman unik itu, Putri amat terkesan. Ketika turun, mereka disambut pemandangan nan indah, dengan hamparan kebun kopi sejauh mata memandang. ”Enggak bisa lupa!” ujar aktris yang berperan dalam sejumlah film, seperti Kafir: Bersekutu dengan Setan, Guru Bangsa: Tjokroaminoto, dan Gundala ini.
Sumber: Kompas edisi 12 April 2020 di halaman 6 dengan judul “Kisah di Gunung”.
Leave a Reply