Jesica Fitriana Martasari, Saling Menguatkan

Puteri Indonesia Pariwisata 2019, Jesica Fitriana Martasari (24), menekankan pentingnya kekuatan dari diri sendiri dan dukungan keluarga. Selama mengikuti ajang kecantikan, termasuk meraih peringkat ketiga di Miss Supranational 2019, Jesica menghadapi body shaming dan komentar negatif, bahkan dari warganet. Meski sempat menangis, dukungan keluarga memberinya semangat untuk tetap positif. Ia mengajak perempuan bangga dengan diri sendiri tanpa memandang fisik dan saling menguatkan satu sama lain. Jesica percaya perundungan terhadap perempuan hanya bisa dilawan melalui solidaritas dan kebersamaan antar perempuan.

*****

Kekuatan selalu datang dari dalam diri, juga dari lingkaran terdekat, yakni keluarga. Puteri Indonesia Pariwisata 2019 Jesica Fitriana Martasari (24) merasakan betul hal ini sepanjang perjalanan yang ditempuhnya dalam ajang kecantikan tersebut.

”Aku itu cengeng banget dulunya. Tapi sejak ikut Puteri Indonesia, semuanya berubah. Kini berupaya untuk selalu berpikir positif karena untuk sampai ke sini tidak mudah,” ungkap Jesica.

Sosok yang berhasil meraih peringkat ketiga di Miss Supranational 2019 di Polandia akhir tahun lalu ini ternyata harus bergulat dengan persoalan perundungan. Dulu ia kerap menjadi korban body shaming (komentar negatif terkait fisik) dari orang-orang di sekitarnya. Bahkan saat mengikuti kontes kecantikan ini, terpaan hal negatif juga masih muncul, terutama dari warganet.

”Saya sampai menangis saat itu. Tapi kembali lagi, keluarga adalah kekuatan utama. Mereka selalu ada dan memberikan suntikan semangat,” ucap Jesica.

Menurut dia, tiap perempuan harus bangga dengan keberadaannya dan perannya tanpa perlu memandang fisik. Sesama perempuan pun diharapkan saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Persoalan perundungan terhadap perempuan yang selama ini terjadi hanya dapat dilawan jika kompak bersama-sama.

Sumber: Kompas.id, Jesica Fitriana Martasari Saling Menguatkan,11 Mar 2020 05:00 WIB