Surya Sahetapy, Mengatasi Hambatan Interaksi Kaum Tuli

Surya Sahetapy, pegiat disabilitas yang baru pulang dari Amerika Serikat, aktif menyuarakan hak kaum tuli di Indonesia. Pandemi Covid-19 menimbulkan hambatan komunikasi karena masker, tetapi Surya mengatasinya berkat penguasaan bahasa isyarat sejak kecil. Ia kini fokus mengkampanyekan akses transportasi umum ramah disabilitas dan inklusivitas masyarakat. Surya meraih beasiswa Sasakawa-DeCaro dari Jepang, menamatkan D-3 Applied Arts dan S-1 International-Global Studies di Rochester Institute of Technology dengan predikat cum laude. Ia berharap kontribusinya meningkatkan kualitas hidup kaum disabilitas dan mendukung advokasi pemerintah bagi teman-teman tuli.

******

Baru saja pulang ke Tanah Air setelah menyelesaikan pendidikan di Amerika Serikat, pegiat disabilitas Surya Sahetapy kembali menyalakan semangat untuk terus menyuarakan suara warga disabilitas, terutama kaum tuli. Bagi masyarakat disabilitas, situasi akibat pandemi Covid-19 diakui sering kali menambah hambatan ketika mereka membaur di masyarakat.

Terkait penggunaan masker wajah, misalnya, Surya mengaku kesulitan untuk memakai keahliannya berkomunikasi dengan membaca bibir lawan bicara. Namun, ia bersyukur karena telah mempelajari bahasa isyarat sejak kecil sehingga hambatan tersebut segera bisa diatasi.

”Menggunakan masker, ada hambatan interaksi. Teman tuli ada cara berkomunikasi beda-beda, ada yang bahasa isyarat dan bahasa bibir. Situasi pandemi ini memang sangat menghambat mereka. Tetapi, bahasa isyarat, pakai masker tidak masalah,” ujar Surya lewat terjemahan dari seorang juru bahasa isyarat.

Ketika dihubungi, Senin (21/6/2021), Surya memang sedang sibuk rapat membahas kampanye tentang akses transportasi umum yang ramah bagi disabilitas di Indonesia. ”Membahas akses inklusivitas, pemahaman tentang disabilitas, dan memberi ruang sehingga teman disabilitas bisa mengakses transportasi umum tanpa hambatan seperti orang bukan disabilitas,” tambah Surya.

Terus berjuang bagi kaum disabilitas menjadi tekad Surya yang sebelumnya mengantongi beasiswa Sasakawa-DeCaro Endowed Scholarship Fund dari Pemerintah Jepang untuk kuliah di Amerika. Surya merampungkan kuliah setara D-3 dengan predikat cum laude di Jurusan Associate of Science in Applied Arts. Ia juga merampungkan pendidikan S-1 Bachelor of Science in International-Global Studies di Rochester Institute of Technology New York dan meraih predikat cum laude.

”Ada donatur lembaga dari Jepang berharap saya pulang ke Indonesia untuk berkontribusi dengan mendukung tuli, lebih advokasi tentang tuli. Juga membantu pemerintah bagaimana cara mendukung orang tuli dan disabilitas yang lain sehingga teman-teman disabilitas bisa hidup nyaman dan kualitas hidup mereka meningkat,” tutur Surya.

Sumber: Kompas.id, Surya Sahetapy Mengatasi Hambatan Interaksi Kaum Tuli, 25 Jun 2021 06:34 WIB 

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *