Nova Riyanti Yusuf, Berbagi Ilmu Lewat Youtube
Dokter dan aktivis kesehatan jiwa Nova Riyanti Yusuf memanfaatkan YouTube dan podcast sebagai media adaptif selama pandemi untuk membagikan pengetahuan tentang kesehatan jiwa. Ia mengubah materi seminar daring menjadi konten digital agar mudah diakses publik. Selain itu, Nova sedang mengembangkan bukunya Jelajah Jiwa, Hapus Stigma (2020) menjadi film digital streaming bersama Falcon Pictures. Film ini mengangkat kisah dua seniman yang bunuh diri, bukan untuk mengampanyekan peristiwa itu, melainkan sebagai upaya pencegahan dan edukasi. Langkah ini menunjukkan kombinasi inovasi media sosial dan literasi untuk menyebarkan informasi kesehatan mental secara luas.
*****
Mengunggah konten ke kanal Youtube menjadi sebuah usaha adaptif pada masa kekinian. Itulah yang diyakini dan ditempuh dokter, penulis, dan aktivis kesehatan jiwa Nova Riyanti Yusuf.
”Selama pandemi Covid-19 ini banyak sekali kegiatan seminar daring yang saya ikuti. Sebagian besar saya menjadi narasumber dan materinya saya jadikan bahan untuk Podcast, lalu penyelenggaranya mengunggah ke kanal Youtube. Ini langkah-langkah untuk adaptif,” ujar Nova Riyanti yang akrab disapa Noriyu, Rabu (5/5/2021), di Jakarta.
Media sosial seperti Podcast atau Youtube sangat memudahkan bagi Noriyu untuk berbagi pengetahuan tentang kesehatan jiwa. Saat ini, isu kesehatan jiwa mulai digemari banyak kalangan. Penggunaan media sosial pun tak terelakkan lagi.
Noriyu juga mengabarkan perkembangan terakhir tentang karya bukunya yang berjudul Jelajah Jiwa, Hapus Stigma (2020). Ia baru saja menandatangani sebuah kontrak untuk membuat film digital streaming mengadaptasi buku itu.
”Aku ditugaskan untuk menuliskan skenarionya. Ini buku saya yang ke-13 dan akan difilmkan oleh Falcon Pictures,” kata Noriyu.
Buku Jelajah Jiwa, Hapus Stigma bertutur tentang peristiwa bunuh diri yang dilakukan dua seniman berinisial AS asal Magelang, Jawa Tengah, dan FA asal Padang, Sumatera Barat. Keduanya pernah menempuh studi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
”Film ini tidak untuk mengampanyekan bunuh diri. Akan tetapi, justru untuk membantu dan mencegah terjadinya bunuh diri,” kata Noriyu, yang ingin menyusun skenario terinspirasi dari kedua seniman tadi, bukan sekadar dokumentasi.
Sumber: Kompas edisi 09 Mei 2021 di halaman 6 dengan judul “Nova Riyanti Yusuf, Berbagi Ilmu “.
Leave a Reply