Surya Sahetapy, Beradaptasi Puasa di Amerika
Surya Sahetapy, pegiat disabilitas yang kuliah di Rochester, New York, menjalani Ramadhan dengan tantangan berbeda. Berpuasa di Amerika Serikat mengharuskannya menahan lapar dan haus sekitar 16 jam, lebih lama dibandingkan 13 jam di Indonesia. Awalnya ia sempat kewalahan karena harus berpuasa sendirian sekaligus menyiapkan sahur dan berbuka sendiri. Namun, Surya perlahan beradaptasi dengan mengatur pola puasa secara bertahap hingga mampu menjalani puasa penuh. Ramadhan juga ia isi dengan silaturahmi dan kajian agama secara daring bersama teman-temannya.
*****
Tiga tahun sudah pegiat disabilitas Surya Sahetapy tinggal di Rochester, New York, Amerika Serikat, untuk kuliah. Mulanya, menjalani Ramadhan di negara orang terasa berat. Selain harus menjalaninya sendirian, ia harus berpuasa lebih lama.
Waktu berpuasa di Indonesia sekitar 13 jam, sedangkan di AS sekitar 16 jam. Ia harus menahan lapar dan haus tiga jam lebih lama di Negeri Paman Sam.
”Saya mulai berpuasa pukul 04.30 hingga pukul 20.00. Di sini buka puasanya malam sekali. Awal-awal puasa di sini saya sempat menyerah karena tidak kuat puasa,” ucap Surya secara daring, Kamis (29/4/2021).
Menyiapkan sahur dan buka puasa pun jadi tantangan lain. Jika sahur di Indonesia hanya butuh waktu sekitar 30 menit, sahur di AS jadi lebih lama karena Surya harus menyiapkan hidangan sahur sendirian. Belum lagi, waktu antara shalat Tarawih dan persiapan sahur pun relatif pendek.
”Di Indonesia, saya biasanya dibangunkan ibu atau kakak saat sahur. Sahur pun sudah disiapkan dan saya tinggal menikmati. Sekarang semua harus disiapkan sendiri,” ujarnya.
Surya kemudian berusaha menyesuaikan diri dengan waktu puasa di AS. Hari Senin dia berpuasa sesuai durasi puasa di Indonesia, Selasa waktu AS, Rabu waktu Indonesia, dan begitu seterusnya. Kini ia sudah bisa beradaptasi dan berpuasa penuh waktu tahun ini.
Selain berpuasa, Ramadhan tahun ini diisi Surya dengan bertemu secara daring dengan teman-teman hingga mengikuti kajian agama secara daring.
Sumber: Kompas edisi 07 Mei 2021 di halaman 16 dengan judul “Surya Sahetapy Beradaptasi Puasa di Amerika”.
Leave a Reply