Tina Toon, Bangga Berkebaya
Artis mantan penyanyi cilik Tina Toon mengaku mengenakan kebaya menimbulkan rasa percaya diri, anggun, dan bangga menjadi perempuan Indonesia, terutama saat momen khusus. Meski kadang dipadupadankan dengan busana kasual, Tina tetap selektif memilih acara untuk berkebaya. Ia senang anak muda kini antusias mengenakan batik, kebaya, dan kain tradisional, sekaligus mendukung kelangsungan UMKM produsen busana tradisional. Tina menyoroti kemudahan pembelian daring, berbeda dengan pengalamannya saat sekolah, di mana kebaya mahal dan sulit ditukar. Ia menekankan pentingnya memperhatikan ukuran sebelum membeli agar sesuai harapan.
*****
Tampil berkebaya ternyata bisa menambah rasa kepercayaan diri, perasaan anggun, sekaligus kebanggaan menjadi seorang perempuan Indonesia. Semua perasaan tersebut diakui selalu dirasakan oleh artis mantan penyanyi cilik era 1990-an, Agustina H alias Tina Toon.
”Kalau sedang mengenakan kebaya, itu rasanya aura sebagai seorang perempuan Indonesia seperti keluar banget. Apalagi kalau dipakai saat momen dan acara khusus tertentu. Rasanya bangga sekali jadi perempuan Indonesia. Setiap ada acara penting dan ada banyak orang yang aku hormati, maka di situ aku usahakan berkebaya,” ujar Tina, Jumat (23/4/2021).
Walau sesekali juga memadupadankan dengan bawahan atau celana yang terkesan kasual, Tina mengaku tetap tak ingin mengenakan kebaya di acara sembarangan. Berkebaya juga, menurut dia, tak lantas menjadikan suasana serba formal saat dikenakan.
Lebih lanjut Tina mengaku senang kalangan anak muda sekarang juga memiliki antusiasme dan animo besar dalam mengenakan busana khas Tanah Air seperti batik dan kebaya. Kondisi itu, menurut dia, bisa terlihat dari maraknya transaksi daring busana tradisional seperti batik, kebaya, dan bahkan kain tenun dan ikat.
Menurut Tina, kodisi seperti itu juga sekaligus membantu keberlangsungan hidup para produsen kain dan busana tradisional terutama berskala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Variasi harga di lokapasar (marketplace) pun juga semakin terjangkau tak seperti yang dia alami saat masih bersekolah.
”Waktu aku masih sekolah, harga kebaya minimal bisa sampai Rp 500.000. Kalau jahit sendiri, malah bisa sampai jutaan rupiah. Kalau sekarang, mau beli yang murah juga bisa. Tapi, ya, harus pastikan ukurannya sebelum transaksi. Jangan sampai pengalaman seperti aku. Beli ukuran M ternyata lebih kecil dari ekspektasi. Enggak boleh refund atau ditukar juga karena waktu itu beli yang harganya murah, ha-ha-ha,” tutur Tina disambung tawa.
Sumber: Kompas.id, Tina Toon Bangga Berkebaya, 25 Apr 2021 05:57 WIB
Leave a Reply