Suharso Monoarfa, Bangga Jadi Penulis

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengenang pengalaman menulis di halaman Opini harian Kompas sebagai hal yang sangat membekas dan membanggakan. Semasa kuliah di ITB pada 1970-an, ia aktif dalam komunitas penulis dan banyak belajar dari tokoh-tokoh senior. Suharso masih mengingat artikelnya berjudul “Atribut Ambivalen” yang terbit di Kompas pada 30 September 1980. Baginya, Kompas bukan hanya media yang ia baca, tetapi juga ruang intelektual yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengalaman menulis itu ikut membentuk cara berpikir kritisnya hingga kini.

*****

Pengalaman menjadi penulis artikel halaman Opini untuk harian Kompas sangat membekas bagi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (66). Dalam wawancara dengan tim Kompas, awal Maret 2021, Suharso mengisahkan, tiap kali artikelnya dimuat di harian Kompas, ia bangga bukan main.

Ketika itu, ujar Suharso, semasa kuliah di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITB, kurun 1974-1978, ia tergabung dalam komunitas penulis. ”Di dalam komunitas itu ada nama-nama besar, seperti Mahbub Junaidi, MT Zen, dan MAW Brouwer. Saya waktu itu masih tergolong muda. Namun, saya banyak mengambil pelajaran dari penulis-penulis senior itu dalam diskusi-diskusi,” katanya, yang pada 1980 berusia 26 tahun.

Bahkan, ia masih ingat salah satu artikelnya di Kompas yang dinilai cukup fenomenal kala itu, yakni berjudul ”Atribut Ambivalen”, terbit di harian Kompas edisi 30 September 1980. ”Saya pembaca Kompas, sekaligus penulis untuk Kompas. Bagi saya sebagai pembaca, halaman Opini Kompas, dulu di halaman empat dan sekarang halaman enam, itu mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutur Suharso yang juga berlatar belakang sebagai pengusaha, dan kini Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sumber: Kompas.id, Suharso Monoarfa Bangga Jadi Penulis, 25 Mar 2021 03:03 WIB 

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *