Guntur Soekarnoputra, Kini Menulis Lagi

Guntur Soekarnoputra, putra sulung Bung Karno, kini kembali aktif menulis pada usia 76 tahun. Karya-karyanya dimuat di rubrik Opini Kompas dan beberapa media lain. Menulis dan fotografi bukan hal baru baginya; sejak diberhentikan dari ITB pasca-pencopotan ayahnya, Guntur menekuni hobi ini. Ia sempat menjadi wartawan di majalah Sonata dan menulis di berbagai koran dan majalah, membahas sosial-politik, human interest, hingga fotografi. Pengalaman pribadinya bersama Bung Karno dan Fatmawati banyak dituangkan dalam empat bukunya, antara lain Bung Karno, Bapakku, Kawanku, Guruku dan Fatmawati, Catatan Kecil Bersama Bung Karno.

*****

Untuk aktualisasi diri, putra sulung salah seorang proklamator RI, Bung Karno, Guntur Soekarnoputra, kini kembali aktif menulis. Karya-karya Guntur, yang pada 1 November lalu merayakan ulang tahun ke-76, antara lain dimuat di rubrik Opini harian  Kompas, juga di beberapa media lainnya.

Bagi mas Tok—begitu ia disapa—tulis-menulis bukan hal baru. Sejak diberhentikan dari Institut Teknologi Bandung pascaayahnya, Presiden ke-1 RI, Soekarno, dicopot,  ia melanjutkan hobi fotografi sembari menulis. Suatu saat, ia diajak bergabung menjadi wartawan di majalah  Sonata sehingga keterampilan fotografi dan menulisnya makin terasah.

Saat itu, selain menulis di majalah tersebut, Guntur juga banyak menulis berbagai artikel di koran dan majalah lainnya, seperti harian  Merdeka ,  Pos Sore,  Model,   El-Bahar,  Topik, dan  Bahari.  ”Bukan hanya soal sosial politik yang ringan-ringan, tetapi juga  human interest  dan topik terkait fotografi,” ujarnya, pekan lalu, di rumahnya di Kemang Timur, Jakarta Selatan.

Pengalaman pribadinya sehari-hari yang bersinggungan dengan sang ayah dan Fatmawati, ibunya, sejak ia kanak-kanak hingga Bung Karno berpulang pada 21 Juni 1970 juga banyak ditulis oleh Guntur.

Tak heran, hingga kini, empat buku diterbitkannya, yaitu  Bung Karno, Bapakku, Kawanku, Guruku; Fatmawati, Catatan Kecil Bersama Bung Karno; serta buku Bung Karno dan Kesayangannya dan Triwikrama Generasi Muda.

Sumber: Kompas edisi 04 November 2020 di halaman 16 dengan judul “Guntur Soekarnoputra Kini Menulis Lagi”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *