Sapardi Djoko Damono, Kembali Jatuh Sakit
Sastrawan Sapardi Djoko Darmono (80), pengarang terkenal Hujan Bulan Juni, dirawat di ICU Rumah Sakit Eka Hospital, Serpong, Tangerang Selatan, setelah dua hari mengalami batuk berat yang berlangsung berjam-jam. Istri Sapardi, Sonya Indriati Sondakh, menceritakan bahwa sebelumnya Sapardi menolak rumah sakit, meski kondisi memburuk hingga sesak napas. Sapardi rutin menjalani transfusi darah sejak Juni 2019 karena hemoglobin rendah. Dokter belum menjelaskan secara rinci penyakitnya, namun kemungkinan infeksi. Sonya meminta doa agar Sapardi cepat pulih. Sapardi aktif berkarya sejak 1950, menulis sajak, esai, cerita pendek, dan novel yang diterjemahkan ke berbagai bahasa.
*****
Sastrawan Sapardi Djoko Darmono (80) kembali sakit. Sastrawan yang populer dengan novel Hujan Bulan Juni ini tengah dirawat di ICU Rumah Sakit Eka Hospital, Serpong, Tangerang Selatan.
Sonya Indriati Sondakh, istri Sapardi, saat dihubungi Jumat (10/7/2020), di Jakarta, menceritakan, selama dua hari berturut-turut Sapardi mengalami batuk berat. Dia menceritakan, suaminya bisa batuk berjam-jam tidak berhenti dari pagi hingga sore.
Awalnya, Sapardi enggan dibawa ke rumah sakit. Ketika batuk berat tak kunjung mereda, bahkan mengarah ke sesak, Sapardi akhirnya mau dibawa ke rumah sakit. Rumah Sakit Eka Hospital di Serpong, Tangerang Selatan dipilih karena dokter yang terakhir merawat Sapardi kini praktik di sana. Dokter bersangkutan sebelumnya pernah praktik di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan tempat ia pernah dirawat.
“Bapak tidak suka mengeluhkan sakitnya,” kata dia.
Sejak Juni 2019 sampai sekarang, Sapardi sudah berulang kali menjalani transfusi darah karena kadar hemoglobin turun. Belum lama ini, Sapardi baru saja pulang menerima transfusi darah, namun tiba-tiba ia mengalami batuk parah.
Dokter yang merawat Sapardi belum menjelaskan detail penyakit yang dialami Sapardi. Istrinya menduga, Sapardi kemungkinan mengalami infeksi.
Sonya telah menghubungi kerabat dan teman karib Sapardi. Dia mengakui, hal itu sebenarnya sangat tidak disukai Sapardi. Namun, keputusan untuk menceritakan kondisi itu adalah agar semuanya membantu mendoakan kesehatan Sapardi.
“Doakan saja agar bapak lekas pulih dan keluar dari ICU,” imbuh dia.
Sapardi aktif menjadi sastrawan sejak sekitar tahun 1950. Dia tidak hanya menulis banyak sajak yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, namun juga esai, cerita pendek, dan novel.
Sumber: Kompas.id, Sapardi Djoko Damono Kembali Jatuh Sakit, 11 Jul 2020 06:00 WIB
Leave a Reply