Juliari Batubara, Tiap Hari ke Lapangan

Menteri Sosial Juliari P. Batubara menghadapi protes warga terkait penyaluran bantuan sosial yang dinilai tidak merata dan tidak tepat sasaran akibat data yang kurang valid. Di tengah perbaikan data, ia tetap melakukan kunjungan ke berbagai wilayah zona merah untuk memastikan penerima bansos sesuai kebutuhan. Juliari berupaya melibatkan organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah karena penyaluran jutaan paket tidak dapat ditangani UMKM dalam waktu singkat. Ia bekerja hingga larut malam demi memenuhi target penyaluran cepat dan tepat. Ia juga menggandeng GP Ansor untuk membantu distribusi, yang disambut positif sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dan organisasi masyarakat.

*****

Tak hanya diprotes warga karena penyaluran bantuan sosial yang tak merata dan tak tepat sasaran akibat data kurang valid, di tengah pandemi Covid-19 ini Menteri Sosial Juliari P Batubara juga sibuk berkunjung ke wilayah zona merah.

”Di tengah data yang terus kami perbaiki, kunjungan itu sangat penting untuk mengetahui langsung apakah penerima bansos (bantuan sosial) sudah tepat sasaran,” ujarnya seusai meninjau penyaluran bansos di Semarang lewat darat, dua hari sebelum Lebaran.

Ari, panggilan akrab Juliari, sejak awal ingin melibatkan organisasi massa keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dapat ikut menyalurkan bansos. Kalau hanya ribuan, gampang menyalurkannya. Akan tetapi, jika jumlahnya jutaan, untuk membuat kantong bantuan dalam waktu dekat, belum ada usaha mikro kecil dan menengah yang sanggup.

”Apalagi, Presiden kita ini maunya (penyaluran bansos) cepat dan tepat sasaran. Saya, sebagai pelaksana, setiap hari berjibaku sampai tengah malam untuk memenuhi target beliau,” katanya.

Jumat (5/6/2020), Ari datang ke kantor GP Ansor dan meminta Ansor dan jaringannya membantu menyalurkan bantuan. ”Sebuah keniscayaan ketika pemerintah menggandeng OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) dalam mengawasi dan melakukan distribusi bansos,” katanya.

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik ajakan Mensos. ”Dengan kehadiran Mensos, kesan bahwa pemerintah dalam penanganan pandemi ini seolah hanya state oriented ternyata salah,” katanya.

Sumber: Kompas.id, Juliari Batubara Tiap Hari ke Lapangan, 09 Jun 2020 03:31 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *