
Riani Sovana, Lawan Bunuh Diri
Penyanyi Riani Sovana mengusung identitas dark-pop romantic untuk menyuarakan gerakan pencegahan bunuh diri di Indonesia yang dinilai mengkhawatirkan. Melalui singel “Sudah Biasa”, ia menggambarkan kondisi seseorang di titik terendah dan pentingnya bertahan. Video klipnya dibuat bersama komunitas Into The Light dan psikolog Tara De Thouars agar aman ditonton. Tahun ini Riani mulai terbuka sebagai penyintas percobaan bunuh diri dan ingin menghapus stigma berobat ke psikolog atau psikiater. Selain lagu, ia aktif berbagi edukasi di Instagram dan YouTube, bahkan lewat hal sederhana seperti unggahan setelah konseling untuk menguatkan pesan antistigma.
*****
Mengusung dark-pop romantic sebagai identitas musiknya, Penyanyi Riani Sovana menyuarakan gerakan anti bunuh diri lewat lirik lagu atau aktivitas keseharian. Bunuh diri di Indonesia dinilai sudah pada tahap mengkhawatirkan, baik percobaan bunuh diri, maupun pemikiran untuk bunuh diri.
Lewat singel “Sudah Biasa” yang diluncurkan akhir Februari lalu, Riani bercerita tentang kondisi seseorang saat berada di titik terendah, bagaimana bertahan, dan menguatkan diri. Video klipnya digarap bekerja sama dengan komunitas Into The Light serta psikolog klinis Tara De Thouars agar visual yang ditampilkan tidak malah menimbulkan pemikiran bunuh diri.
Baru tahun ini, Riani mulai terbuka bahwa dirinya juga penyintas percobaan bunuh diri. “Bunuh diri ini masalah serius yang perlu dicegah. Saya juga ingin menghapus stigma bahwa pergi berobat ke psikolog dan psikiater itu tabu,” kata Riani yang karyanya antara lain menjadi original soundtrack film layar lebar Demona karya Rizal Mantovani, saat dihubungi Jumat (5/6/2020).
Terapi dan pendampingan oleh psikolog atau psikiater sangat penting untuk pencegahan bunuh diri. “Karena itu saya pikir, saya harus melakukan sesuatu karena pernah berada di posisi mereka,” tambah Riani yang berduet dengan penyanyi Atiek CB di singel “Aku Tak Setia” tahun lalu.
Selain lewat lagu, ia pun kerap berbagi mengenai pencegahan bunuh diri melalui media sosial Instagram dan kanal Youtube. “Bahkan sekedar hal simpel seperti posting foto selfie bareng psikolog usai sesi konseling saja menurut saya cukup berarti untuk mengenyahkan stigma yang ada,” tambahnya.
Sumber: Kompas.id, Riani Sovana Lawan Bunuh Diri, 09 Jun 2020 05:00 WIB
Leave a Reply