
Riri Riza, ”Pusaran”
Sutradara Riri Riza tetap optimistis meski produksi film mandek akibat pandemi Covid-19. Ia terus menyiapkan ide dan praproduksi dengan berbagai rencana agar siap dijalankan saat memungkinkan. Riri prihatin karena banyak kru, seperti penata lampu dan kostum, kehilangan pekerjaan karena produksi film membutuhkan interaksi banyak orang. Dalam bincang-bincang dengan Haris Azhar, Riri menekankan bahwa pandemi ini akan melahirkan pejuang yang menyalurkan kekecewaan menjadi karya kuat, signifikan, dan inspiratif. Jika pengalaman karantina dijadikan film, ia menyebut judulnya “Pusaran”, melambangkan situasi mengambang, di mana berjuang terlalu keras justru bisa membuat orang tenggelam.
*****
Sutradara film Riri Riza masih tetap optimistis meskipun produksi film kini tengah mandek akibat pandemi Covid-19. Ide-ide terus digulirkan agar ketika ada kesempatan, ide tersebut bisa langsung dikerjakan.
”Produksi memang kami tunda, tetapi banyak proses praproduksi yang dijalankan. Ada rencana A, rencana B, untuk kapan bisa memulainya,” kata Riri dalam bincang-bincang di Instagram Live Lapor Covid-19, akhir pekan lalu.
Dia pun prihatin karena banyak kru produksi yang tidak bisa bekerja lantaran tidak ada produksi film, seperti penata lampu atau penata kostum. Hal itu tidak bisa dihindari karena pembuatan film merupakan proses dengan interaksi intens, sementara sekarang ini sangat tidak mungkin mengumpulkan orang dalam jumlah banyak di satu tempat.
Dalam bincang-bincang itu, Riri bersama ahli hukum Haris Azhar membahas beragam aspek terkait Covid-19, terutama dari sisi penanganan. Menurut Riri, berdasarkan pengalaman, akan ada banyak pejuang yang bangkit dari puing-puing pandemi ini.
”Mungkin barisan orang kecewa, tetapi mereka akan menyalurkannya dalam bentuk karya yang kuat, penting, signifikan, dan inspiratif,” katanya.
Jika episode karantina tiga bulan terakhir ini dibikin film, tanya Haris, apakah judulnya? ”Pusaran,” jawab Riri.
”Kita ada di dalam lingkaran. Mengambang. Kita tahu teknik keluar. Tetapi, kalau kita melawan terlalu keras, justru kita akan tenggelam dan hilang,” ujarnya.
Sumber: Kompas.id, Riri Riza ”Pusaran”, 04 Jun 2020 03:06 WIB
Leave a Reply