Doni Monardo, Melawan Covid-19
Kepala BNPB Doni Monardo (56) menjaga kesehatan agar tetap optimal bekerja, terutama di tengah wabah Covid-19. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa rasa takut berlebihan karena kecemasan dapat menurunkan imunitas. Mengusung prinsip tentara “kenali ancamannya, siapkan strateginya,” Doni rutin makan sehat, berolahraga, dan menjaga sugesti positif. Setiap pagi ia membawa bekal sarapan, berjalan kaki satu jam, serta mengajak karyawan BNPB menjaga kebersihan kantor. Pencetus gerakan Citarum Harum ini juga rutin minum jamu racikan kunyit, temulawak, jahe, serai, dan kayu manis setiap malam untuk menjaga daya tahan tubuhnya.
*****
Agar tetap bisa bekerja optimal sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo (56) berupaya selalu menjaga kesehatan, apalagi saat ini sedang merebak virus korona baru, Covid-19.
”Kita seharusnya tidak boleh takut berlebihan meskipun tetap harus waspada. Rasa ragu pada kesehatan diri memengaruhi psikologi kita. Takut dan cemas bisa menurunkan imunitas,” kata Doni.
Sebagai tentara berpangkat letnan jenderal (TNI), Doni menganut prinsip kenali ancamannya, siapkan strateginya. Menghadapi Covid-19, dia menjaga makan makanan sehat dan bergizi, berolahraga, dan meyakini ”dokter” terbaik adalah diri sendiri.
Oleh karena itu, dia membangun sugesti dirinya sehat dengan selalu menjaga kesehatan. Tiap pagi pencetus gerakan Citarum Harum ini membawa bekal sarapan dan menjaga perut tidak keroncongan, bahkan saat bekerja di lapangan. Olahraga jalan kaki tiap hari selama satu jam dia upayakan. Pagi sebelum mulai bekerja, dia mengajak karyawan BNPB bersih-bersih peralatan dan meja kerja.
Ada satu hal yang tidak dilupakan mantan Panglima Kodam Pattimura dan Siliwangi ini, yaitu minum jamu campuran kunyit, temulawak, jahe, serai, dan kayu manis tiap malam. Ditanya tentang rasa jamu itu, Doni hanya tertawa. ”Seperti rasa jamu…,” ujarnya.
Sumber: Kompas.id, Doni Monardo Melawan Covid-19, 09 Mar 2020 05:00 WIB