Sophie Navita, Buku Baru

Sophie Navita (44) merilis buku keduanya, Truth: Temukan Rasa Utuhmu, Temukan Hidup, setelah menetap di Bali selama empat tahun. Ia menyamakan penerbitan buku ini dengan “melahirkan bayi kembar” bersama coffee shop barunya, Pepita and Sons, yang menyajikan masakan sehat kreasi Sophie. Buku ini merupakan kumpulan tulisan hasil perenungan dan observasi Sophie terhadap masalah orang-orang di sekitarnya. Ia menekankan bahwa pergumulan hidup bukan untuk ditakuti, melainkan dijadikan sarana menemukan tujuan hidup. Menetap di Bali memberi Sophie ruang mengeksplorasi kreativitasnya, termasuk menulis, yang dinikmatinya layaknya menikmati donat vegan buatannya sendiri.

*****

Setelah empat tahun lalu pindah menetap di Bali, Sophie Navita (44) melahirkan lagi. Bukan bayi manusia, melainkan bayi buku. Ya, buku keduanya kini berjudul Truth: Temukan Rasa Utuhmu, Temukan Hidup, terbitan Bentang Pustaka.

”Ini sebenarnya kayak melahirkan bayi kembar, lho. Buku dan coffee shop,” ujar Sophie, yang melahirkan buku pertamanya, Hati yang Gembira adalah Obat, tahun 2016.

Selain buku tersebut, Sophie memang baru beberapa bulan ini membuka kedai kopi di Bali bernama Pepita and Sons di kawasan Legian. Kedai ini tentu saja menyediakan aneka masakan sehat andalan kreasi Sophie yang selama ini bikin kepo para pengikutnya di Instagram.

Sophie bercerita, buku Truth merupakan kumpulan tulisannya dari hasil perenungan dan observasinya terhadap berbagai masalah orang-orang di sekitarnya. Ibu dua anak ini mengaku sering dicurhatin orang. Dari situ, ia mengaku kerap becermin pada berbagai masalah orang lain dan memaknainya.

”Semua orang punya pergumulan sehingga permasalahan itu bukan sesuatu yang perlu ditakuti, bisa dilewati dengan anggun. Kalau kita maunya hanya menghindari masalah, kita enggak pernah growing. Padahal, the real issue dari diri kita bukan pada masalah itu sendiri, melainkan mencari purpose kita di muka bumi ini,” tutur Sophie.

Sophie mengatakan, sejak menetap di Bali, dirinya yang sempat menjadi lebih berjarak dengan dunia panggung justru menjadi lebih punya ruang untuk mengeksplorasi alam kreatif di kepalanya. Menulis adalah salah satu eksplorasi yang dinikmatinya. Senikmat donat vegan bikinannya, nyumm!

Sumber: Kompas.id, Sophie Navita Buku Baru, 07 Mar 2020 05:00 WIB